Rabu, 25 April 2012

TIPS DASAR DALAM BERMAIN PIANO CLASSIC & MEMBACA NOT BALOK

LESSON NO.1:

dalam Piano Classic, kedua tangan berfungsi seimbang, dan masing-masing jari dari keduanya mempunyai nomor jari, agar memudahkan penjarian kalian

TANGAN KANAN:
Jempol: no.1
Telunjuk: no.2
Tengah: no.3
Manis: no.4
Kelingking: no.5

TANGAN KIRI:
Kelingking: 5
Manis: 4
Tengah: 3
Telunjuk: 2
Jempol: 1

jadi jika bergerak searah dari Kiri ke Kanan (naik), urutannya menjadi
KANAN: 12345
KIRI: 54321


LESSON NO.2:

untuk melatih Penjarian dr Lesson 1 tadi, ada baiknya kita melatih jari-jari itu naik-turun dimulai dr nada C tengah/do (kanan jari 1/kiri jari 5) hingga nada G/sol (kanan jari 5/kiri jari 1) (middle C terletak dibawah 2 tuts hitam) lalu kembali ke C lagi secara berulang-ulang, pertama-tama lambat, lalu semakin cepat...dilakukan bergantian, pertama tangan kanan, lalu tangan kiri...terakhir secara bersamaan hingga lancar berbarengan...


LESSON NO.3:

dalam 1 oktaf, terdapat 7 nada yang masing-masing mempunyai nama:
1 2 3 4 5 6 7
C D E F G A B

Setelah nada ke-7, lalu kembali lagi ke nada ke-1 (C) namun dengan pitch (tinggi nada) yang lebih tinggi (biasanya ditandai dengan titik diatas nada atau menjadi huruf kecil) sehingga menjadi lengkap 8 nada (oktaf=8), selanjutnya siklus 7 nada ini akan berulang-ulang terus sepanjang papannada piano.

gambar:
http://www.facebook.com/photo.php?fbid=1576857000361&set=a.1576854320294.62985.1803695512&type=1

gambar:
http://www.facebook.com/photo.php?fbid=1576857040362&set=a.1576854320294.62985.1803695512&type=1

gambar:
http://www.facebook.com/photo.php?fbid=1576857080363&set=a.1576854320294.62985.1803695512&type=1

gambar:
http://www.facebook.com/photo.php?fbid=1576857120364&set=a.1576854320294.62985.1803695512&type=1

gambar:
http://www.facebook.com/photo.php?fbid=1576857160365&set=a.1576854320294.62985.1803695512&type=1

gambar:
http://www.facebook.com/photo.php?fbid=1576862320494&set=a.1576854320294.62985.1803695512&type=1

gambar:
http://www.facebook.com/photo.php?fbid=1576862360495&set=a.1576854320294.62985.1803695512&type=1

jika dijadikan Piano, menjadi seperti ini:

C (C#) D (D#) E F (F#) G (G#) A (Bb) B C

[yang ditanda kurung adalah tuts hitam di piano]


LESSON NO.4:

Selanjutnya latihan penjarian Piano untuk 1 oktaf atau lebih:

Penjarian 1 oktaf
C D E F G A B c
1 2 3 1 2 3 4 5 (kanan)
5 4 3 2 1 3 2 1 (kiri)

Penjarian 2 oktaf atau lebih
C D E F G A B c d e f g a b c
1 2 3 1 2 3 4 1 2 3 1 2 3 4 5 (kanan)
5 4 3 2 1 3 2 1 4 3 2 1 3 2 1 (kiri)

intinya jika lebih dari 1 oktaf, tangan kanan langsung pindah ke jari 1 di C tinggi, dan tangan kiri pindah ke jari 4 di D tinggi


LESSON NO.5:

ACCIDENTAL
Accidental merupakan tanda yang menentukan Pitch (tinggi nada) dalam musik, apakah lebih tinggi atau lebih rendah setengah jarak. Tanda2 tsb dlambangkan seperti ini:

#= naik 1/2 jarak, namanya Sharp (indo: kres)
b= turun 1/2 jarak, namanya Flat (mol)
x= naik 1 jarak, Double Sharp (dobel kres)
bb= turun 1 jarak, Double Flat (dobel mol)
lalu terakhir ada tanda Natural, yaitu tanda yang mengembalikan pitch ke semula setelah dinaikkan atau diturunkan

gambar:
#: http://www.facebook.com/photo.php?fbid=1576878080888&set=a.1576854320294.62985.1803695512&type=1
b: http://www.facebook.com/photo.php?fbid=1576881160965&set=a.1576854320294.62985.1803695512&type=1
natural: http://www.facebook.com/photo.php?fbid=1576881200966&set=a.1576854320294.62985.1803695512&type=1

nada C diberi #, maka menjadi C# (cis) maksudnya nada C di naikkan 1/2 jarak menjadi tuts hitam diatasnya..
nada B diberi b, maka menjadi Bb (bes), maksudnya nada B di turunkan 1/2 jarak menjadi tuts hitam dibawahnya

jika nada yg diberi #, maka akhiran nama nada tsb ditambah akhiran -is
contoh C# (cis)
jika nada yg diberi b, maka akhiran nama nada tsb ditambah akhiran -es
contoh Bb (bes)
jika diberi x, maka menjadi -isis
Cx (cisis),
jika diberi bb, maka menjadi -eses
Bbb (beses)


LESSON NO.6:

biasanya bagi pianist pemula cenderung kesulitan dalam melatih keleluasaan jari Tengah, Manis dan Kelingkin, baik itu tangan kiri (jari 543) maupun kanan (jari 345), karena itu ke-3 jari ini disebut sebagai 'weak fingers' (jari lemah). nah untuk melatih kekuatan dan keleluasaan weak fingers ini, ada baiknya kalian melakukan penjarian 3 jari ini secara berulang-ulang, latihan terus menerus dari lambat hingga cepat bergantian tangn kanan lalu kiri, terakhir keduanya secara bersamaan


LESSON NO.7:

MAJOR SCALE
Tangga nada major adalah tangga nada yg mempunyai rumus:

1-1-1/2-1-1-1-1/2

nomor-nomor tsb adalah jarak dari nada 1 ke nada berikutnya, contoh:

C ke D adalah 1 jarak,
D ke E 1 jarak, lalu
E ke F 1/2 jarak
dst

Ingat bahwa jarak 1/2 adalah jarak tengahan, seperti halnya jarak dari C ke C# (naik 1/2), karena antara nada E-F dan B-C tidak ada tuts hitam, maka mereka otomatis berjarak 1/2

JADI, TIAP TANGGANADA MAJOR APAPUN, SEMUANYA BERDASARKAN JARAK NADA (RUMUS) DIATAS.

Misal:

C Major
C D E F G A B c
1-1-1/2-1-1-1-1/2

G Major
G A B C D E F# G
1-1-1/2-1-1-1-1/2

semua sama kan...begitu juga tangga nada Major lainnya...semua berjarak/berumus sama...


LESSON NO.8:

MINOR SCALE:
Tangganada minor adalah tangganada yang dimulai dari nada ke-6 relatif majornya, contoh:

relatif minor dari tangganada C major adalah a minor...
kenapa?
Karena nada A adalah nada ke-6 dari C...
dgn cara seperti ini, kalian akan dengan mudah mencari berbagai macam tangganada minor berdasarkan Majornya.

G major minornya adalah e minor, karena nada E adalah nada ke-6 dari G...begitu seterusnya..

Yang patut dicatat adalah, TANGGANADA MINOR MEMPUNYAI 3 JENIS, YAITU 'MINOR NATURAL', 'MINOR HARMONIC', dan 'MINOR MELODIC'.

Rumus minor Natural:
1-1/2-1-1-1/2-1-1
a b c d e f g a

minor Harmonic:
1-1/2-1-1-1/2-1-1/2-1
a b c d e f g# a

minor Melodic:
1-1/2-1-1-1-1-1/2
a b c d e f# g# a


LESSON NO.9:

CIRCLE OF FIFTHs
untuk menentukan urutan tangganada ber-# seperti G major, D major, A major, dst, kita dapat menggunakan rumus CIRCLE OF FIFTHs, yang mana kita hanya tinggal hitung nada ke-5 dari tangganada yangg sudah ada.

Misal:
bagaimana mencari tangganada berikutnya setelah C major?
Hitung saja apa nada ke-5 dari C, yaitu G. maka setelah tangganada C major, berikutnya adalah G major dengan 1#. Setelah itu hitung nada ke-5 dari G, maka di dapat D, jadi D major adalah yang berikutnya dengan 2#. dst

gambar:
http://www.facebook.com/photo.php?fbid=1576891121214&set=a.1576854320294.62985.1803695512&type=1


LESSON NO.10:

CIRCLE OF FOURTHs
tadi kita sudah mengetahui rumus mencari tangganada ber-# dengan CIRCLE OF FIFTHs, sekarang kita akan mencari tangganada ber-b seperti F major, Bb major Eb major, dst dengan menggnakan rumus CIRCLE OF FOURTHs.

Misal:
tangganada 1 mol (b) adalah F major,
kenapa F? Karena F adalah nada ke-4 dari C.
Setelah F, hitung nada ke-4 dari F, maka di dapat B, namun karena ini adalah tangganada mol (b), maka B-nya diberi b, lalu di dapat Bb, jadi Bb adalah tangganada 2b, setelah F major

gambar:
http://www.facebook.com/photo.php?fbid=1576891121214&set=a.1576854320294.62985.1803695512&type=1


APPENDIX I:

SCALES (in #)

C major <relatif minor=""> a minor</relatif>
(0#)
gambar:
http://www.facebook.com/photo.php?fbid=1576884761055&set=a.1576854320294.62985.1803695512&type=1

G major e minor
(1#: F#)
http://www.facebook.com/photo.php?fbid=1576884801056&set=a.1576854320294.62985.1803695512&type=1

D major b minor
(2#: F#, C#)
http://www.facebook.com/photo.php?fbid=1576884841057&set=a.1576854320294.62985.1803695512&type=1

A major fis minor
(3#: F#, C#, G#)
http://www.facebook.com/photo.php?fbid=1576886761105&set=a.1576854320294.62985.1803695512&type=1

E major cis minor
(4#: F#, C#, G#, D#)
http://www.facebook.com/photo.php?fbid=1576884921059&set=a.1576854320294.62985.1803695512&type=1

B major gis minor
(5#: F#, C#, G#, D#, A#)
http://www.facebook.com/photo.php?fbid=1576886841107&set=a.1576854320294.62985.1803695512&type=1

Fis major dis minor
(6#: F#, C#, G#, D#, A#, E#)
http://www.facebook.com/photo.php?fbid=1576886881108&set=a.1576854320294.62985.1803695512&type=1

Cis major ais minor
(7#: F#, C#, G#, D#, A#, E#, B#)
http://www.facebook.com/photo.php?fbid=1576886921109&set=a.1576854320294.62985.1803695512&type=1

APPENDIX II:

SCALES (in b)

C major <relatif minor=""> a minor</relatif>
(0b)

F major d minor
(1b: Bb)
http://www.facebook.com/photo.php?fbid=1576886961110&set=a.1576854320294.62985.1803695512&type=1

Bes major g minor
(2b: Bb, Eb)
http://www.facebook.com/photo.php?fbid=1576889401171&set=a.1576854320294.62985.1803695512&type=1

Es major c minor
(3b: Bb, Eb, Ab)
http://www.facebook.com/photo.php?fbid=1576889441172&set=a.1576854320294.62985.1803695512&type=1

As major f minor
(4b: Bb, Eb, Ab, Db)
http://www.facebook.com/photo.php?fbid=1576889481173&set=a.1576854320294.62985.1803695512&type=1

Des major bes minor
(5b: Bb, Eb, Ab, Db, Gb)
http://www.facebook.com/photo.php?fbid=1576889521174&set=a.1576854320294.62985.1803695512&type=1

Ges major es minor
(6b: Bb, Eb, Ab, Db, Gb, Cb)
http://www.facebook.com/photo.php?fbid=1576889561175&set=a.1576854320294.62985.1803695512&type=1

Ces major as minor
(7b: Bb, Eb, Ab, Db, Gb, Cb, Fb)
http://www.facebook.com/photo.php?fbid=1576891041212&set=a.1576854320294.62985.1803695512&type=1


LESSON NO.11:

gambar:
http://www.facebook.com/photo.php?fbid=1576891081213&set=a.1576854320294.62985.1803695512&type=1


NOTE VALUE and REST
ini adalah penjabaran Nama Not dan Nilai ketukannya:

[http://www.facebook.com/photo.php?fbid=1576862400496&set=a.1576854320294.62985.1803695512&type=1]:
Whole note (semi breve) = not penuh (4 ketuk)
[http://www.facebook.com/photo.php?fbid=1576862440497&set=a.1576854320294.62985.1803695512&type=1]:
Half note (Minim) = not 1/2 (2 ketuk)
[http://www.facebook.com/photo.php?fbid=1576862480498&set=a.1576854320294.62985.1803695512&type=1]:
Quarter note (Chrotchet) = not 1/4 (1 ketuk)
[http://www.facebook.com/photo.php?fbid=1576865880583&set=a.1576854320294.62985.1803695512&type=1]:

Eight note (Quaver) = not 1/8 (1/2 ketuk)
[http://www.facebook.com/photo.php?fbid=1576865920584&set=a.1576854320294.62985.1803695512&type=1]:
Sixteenth note (Semi quaver) = not 1/16 (1/4 ketuk)
[http://www.facebook.com/photo.php?fbid=1576865960585&set=a.1576854320294.62985.1803695512&type=1]:
Thirty-second note (Demisemi quaver) = not 1/32 (1/8 ketuk)

perbandingan nilai ketukan (ratio):
1 not penuh = 2 not 1/2 = 4 not 1/4 = 8 not 1/8 = 16 not 1/16 = 32 not 1/32

REST
REST adalah tanda istirahat, jadi saat tanda ini muncul dalam not balok, kita harus diam tidak memainkannya (kalau di piano, tangan-nya kita angkat). nilai tanda istirahat sama dengan nilai not, bedanya kalau not dimainkan, tanda isitrahat tidak dimainkan sesuai dengan durasi nilainya.

contoh:
jika terdapat tanda istirahat 1 ketuk, maka kita harus diam 1 ketuk.
jika ada tanda isitirahat 2 ketuk, maka kita diam 2 ketuk, dst dst.

berikut simbolnya:
[http://www.facebook.com/photo.php?fbid=1576866000586&set=a.1576854320294.62985.1803695512&type=1]:
Whole rest (semi breve) = istirahat penuh (4 ketuk)
[http://www.facebook.com/photo.php?fbid=1576866040587&set=a.1576854320294.62985.1803695512&type=1]:
Half rest (Minim) = istirahat 1/2 (2 ketuk)
[http://www.facebook.com/photo.php?fbid=1576877880883&set=a.1576854320294.62985.1803695512&type=1]:
Quarter rest (Chrotchet) = istirahat 1/4 (1 ketuk)
[http://www.facebook.com/photo.php?fbid=1576877920884&set=a.1576854320294.62985.1803695512&type=1]:

Eight rest (Quaver) = istirahat 1/8 (1/2 ketuk)
[http://www.facebook.com/photo.php?fbid=1576877960885&set=a.1576854320294.62985.1803695512&type=1]:
Sixteenth rest (Semi quaver) = istirahat 1/16 (1/4 ketuk)
[http://www.facebook.com/photo.php?fbid=1576878040887&set=a.1576854320294.62985.1803695512&type=1]:
Thirty-second rest (Demisemi quaver) = istirahat 1/32 (1/8 ketuk)

setelah Thirty-second note, sebenarya ada lagi not berbendera 4 dan 5 (1/64 dan 1/128) tapi karena jarang dipakai dalam musik, jadi saya tidak membahasnya, mungkin kalian bisa memeriksanya di wikipedia.

DOTTED NOTE
adalah not yg terdapat titik kecil dibelakangnya. Penjelasannya:
not bertitik adalah not yg nilai pokoknya ditambah dgn nilai not dibawahnya.

Contoh:
jika not penuh (4 ketuk) terdapat titik dibelakang, maka nilainya ditambah dgn nilai not dibawahnya, yakni not 1/2 (2 ketuk), jadi not penuh bertitik nilainya menjadi 6 ketuk (4+2=6) dan begitu seterusnya untuk not-not yg lainnya.
Ada jg DOUBLE DOTTED note, yaitu titik kecilnya ada 2, maka tinggal dtambah lagi dgn not yg dibawahnya lagi, jd not penuh dgn 2 titik adlh 4+2+1= 7 ketuk

gambar:
http://www.facebook.com/photo.php?fbid=1576881280968&set=a.1576854320294.62985.1803695512&type=1
http://www.facebook.com/photo.php?fbid=1576881320969&set=a.1576854320294.62985.1803695512&type=1


LESSON NO.12:

TIME SIGNATURE
dalam musik, birama adalah pengelompokkan ruang dan waktu yg ditandai oleh garis yg memotong 5 garis nada secara vertikal. Untuk lebih jelasnya, pernahkah kalian mendengar ketukan 4/4, 3/4, 6/8 dll? Pasti pernah kan? Nah dalam musik, ketukan itu dinamakan METRUM/METER, lalu lambangnya adalah TIME SIGNATURE. Mereka yg mengorganisasi birama menjadi berapa ketuk dalam 1 birama, tergantung nilai METERnya.

Contoh:
4/4 artinya adalah 4 ketuk nilai not 1/4 dalam 1 birama.
Jadi dalam 1 birama, terdapat 4 ketuk not 1/4. Karena angka 4 yg diatas (4/-) melambangkan jumlah ketukan, 4, sedangkan angka 4 yg dibawah (-/4) melambangkan nama not-nya, 1/4.

Jadi untuk meter lain seperti 3/4, artinya adalah 3 not 1/4 dalam 1 birama.
6/8, artinya 6 not 1/8 dalam 1 birama.
2/2, 2 not 1/2 dalam 1 birama.

Jumlah not diatas tidak boleh melebihi nilai meternya dalam satu birama, oleh krn itu makanya dibatasi oleh garis birama yg saya jelaskan diatas...


LESSON NO.13:

INTERVAL
INTERVAL adalah nama untuk menentukan jarak dari nada 1 ke nada lainnya, baik dimainkan secara terpisah atau berbarengan.
Dalam Lagu apapun, Interval memegang peranan penting dalam pembentukan melodi lagu. Krn MELODY adalah rangkaian dari beberapa interval yg dimainkan secara sekuens / berkelanjutan.
Untuk lebih jelasnya saya jabarkan jarak nada dan nama intervalnya:

(misalkan dari C)
C ke(~) C namanya(=) Interval Unison
C~D = Interval Major Second
C~E = Interval Major Third
C~F = Interval Perfect Fourth
C~G = Interval Perfect Fifth
C~A = Interval Major Sixth
C~B = Interval Major Seventh
C~c = Interval Octave

jika memakai nada Chromatic, maka:
C~C#/Db = Minor Second
C~D#/Eb = Minor Third
C~F#/Gb = Augmented Fourth/Diminished Fifth (Tritone)
C~G#/Ab = Minor Sixth
C~A#/Bb = Minor Seventh

jadi jika ada lagu yg melody-nya mempunyai nada c-B-G-B-c-g (huruf kecil adalah nada tinggi), maka jika intervalnya dijabarkan adalah:
minor 2nd turun, diikuti dengan major 3rd turun, lalu major 3rd naik diikuti dengan minor 2nd naik, terakhir adalah perfect fifth naik...


LESSON NO.14:

CHORD/TRIAD
Chord adalah kumpulan nada yang lebih dari 2 nada dalam interval tertentu yg dimainkan secara serentak dalam 1 waktu, jika kurang dari 3 nada maka bukan dinamakan Chord, tetapi hanya interval.
Tiap Chord memliki Rumus dan Inversion (balikkan) masing-masing:

Major chord (lambang: C) [rumus: 1-3-5]
minor chord (cm) [1-3b-5]
Diminished chord (Cdim) [1-3b-5b]
Augmented chord (Caug) [1-3-5#]
Seventh chord (C7) [1-3-5-7b]
Major Seventh chord (CM7) [1-3-5-7]
minor Seventh chord (cm7) [1-3b-5-7b]
minor Major Seventh chord (CmM7) [1-3b-5-7]
Diminished Seventh chord (Cdim7) [1-3b-5b-7b]
Sixth chord (C6) [1-3-5-6]
Ninth chord (C9) [1-3-5-7-9]
Suspended 2 chord (Csus2) [1-2-5]
Suspended 4 chord (Csus4) [1-4-5]
Suspended 9 chord (Csus9) [1-5-9]

dll, karena chord bisa mencapai ratusan jumlahnya...jadi eksperimen aja

INVERSION
seperti yg saya bilang tadi, tiap chord mempunyai INVERSION, yg dimaksud INVERSION adalah balikkan chord, jadi kita bisa memainkan chord tidak hanya dari dasarnya saja.

Contoh:
C Major [rumus: 1-3-5]
karena namanya C major, jadi 1-nya adalah C, 3-nya adalah E, dan 5-nya adalah G, maka terbentuk C major (C-E-G), bentuk dasar ini namanya ROOT POSITION atau posisi asal chord ini terbntuk.
Lalu bagaimana mencari 1st INVERSION-nya?
Kita balikkan saja, nada ke-1-nya digeser menjadi 3, nada 3-nya menjadi 5, nada 5-nya menjadi 1 tinggi, maka didapat 3-5-1(tinggi), jd E-G-c adalah 1st inversion.
Untuk 2nd INVERSION, tinggal balik lagi, nada ke 3 di 1st Inversion digeser menjadi 5, nada 5-nya menjadi 1(tinggi), nada 1(tinggi)nya menjadi 3(tinggi), maka 5-1(tinggi)-3(tinggi), jd G-c-e adalah 2nd inversion.

Triplet stroke roll

ini nih link video.a : http://www.youtube.com/watch?v=j4GTHcjMYrs&feature=player_embedded

Gulungan Stroke triple sangat mirip di alam untuk gulungan tunggal stroke dan stroke yang gulung dasar drum yang ganda. Ini adalah gulungan bolak yang meliputi tiga stroke per tangan. Dalam pelajaran ini gendang gratis, Lionel Duperron mengajarkan Anda cara bermain gulungan tiga pukulan, dan bagaimana untuk menerapkannya ke drum Anda melalui beberapa ketukan drum dan drum mengisi.

Seperti yang dapat Anda lihat pada lembaran musik bawah, roll stroke yang tiga memiliki tiga stroke bergantian bukan dua, seperti gulungan stroke ganda, atau satu seperti gulungan tunggal stroke. Ini sangat penting bagi Anda untuk memiliki pengetahuan yang solid gulungan tunggal stroke dan stroke yang dasar-dasar gulungan Drum ganda, sebelum pindah ke roll stroke yang tiga.


Fokus pada stroke bermain konsisten tiga terdengar per tangan. Kemerataan Stroke dapat diperiksa dengan menonton ketinggian tongkat. Gulungan Stroke triple sebagian besar dimainkan sebagai triplet catatan 8 atau sebagai triplet catatan 16. Gulungan Stroke triple salah satu dari dasar-dasar drum yang kurang populer, tapi sangat berguna untuk musik jazz, funk, dan naik Latin dan hi-hat pola.


Gunakan pergelangan tangan penuh berubah untuk bermain setiap sapuan stroke yang gulungan tiga pada kecepatan lebih lambat. Saat Anda mulai mempercepat roll stroke yang tiga, Anda tentu akan mulai memantul stroke kedua dan ketiga off dari snare drum atau pad praktek. Pada tom, ini tidak akan bekerja dengan baik. Tom-tom sangat sedikit memiliki mental kepada mereka, sehingga pukulan kedua dan ketiga akan suara berlumpur. Untuk mengatasi masalah ini, Anda dapat memainkan pukulan kedua dan ketiga menggunakan teknik jari, setelah melakukan stroke pertama dengan pergelangan tangan.

Drum Beats

Latihan # 1 adalah sebuah triplet catatan tabuhan gendang 16. Bermain pola ini perlahan-lahan pada awalnya adalah suatu keharusan, karena si kembar tiga catatan 16. Gulungan Stroke triple dimainkan antara haluan simbal ride dan hi-hat pada jumlah 1 dan 3. Tambahkan snare drum pada jumlah 2, dan 4 bass drum pada hitungan 1 dan pada "dan" dari hitungan 2, dan Anda baik untuk pergi.


Latihan # 2 adalah sebuah triplet dicatat tabuhan gendang 8. Gulungan Stroke triple dimainkan antara lantai tom dan hi-hat pada jumlah 1 dan 2. Bermain tiga stroke pertama gulungan tiga stroke yang konsisten di lantai tom, membuat beat drum yang lebih menantang untuk mendapatkan sampai dengan kecepatan. Hal ini disebabkan kurangnya rebound Anda dapatkan dari lantai tom. Bermain di permukaan dengan sedikit untuk bangkit tidak ada latihan yang luar biasa untuk mendapatkan tangan Anda untuk memainkan tabuhan gendang ini pada kecepatan yang lebih tinggi dan dengan tingkat yang lebih besar fasilitas.


Drum Memenuhi


Latihan # 3 adalah sebuah drum catatan 8 triplet mengisi. Tantangan utama Anda akan menemukan dalam latihan ini adalah transisi antara pertengahan-tom dan hi-tom. Anda harus dengan cepat memindahkan tangan kiri keluar dari jalan tangan kanan, karena tangan kanan membuat cara untuk hi-tom untuk memukul pada hitungan 3. Jika Anda tidak, Anda mungkin berakhir mengklik tongkat Anda, memukul rims atau terburuk, tangan Anda sendiri. Anda dapat bekerja di sekitar masalah ini dengan berlatih drum mengisi perlahan pada awalnya. Meningkatkan kecepatan pada metronom Anda sebagai Anda mendapatkan nyaman membuat transisi yang bersih antara dua drum.


Latihan # 4 adalah pola yang bagus untuk belajar bagaimana mengubah teknik tangan Anda saat Anda pergi dari snare drum ke lantai tom. Perubahan ini diperlukan karena tingkat sangat berbeda dari rebound antara kedua drum. Bermain memimpin tangan kiri di sini adalah ide bagus untuk memeriksa bagaimana tangan Anda lebih lemah berperilaku di bawah kondisi yang sama sebagai salah satu kuat.


Setelah Anda dapat memainkan roll pukulan triple dan latihan di sini secara akurat, Anda dapat melanjutkan untuk lebih memperluas pengetahuan Anda dari 40 dasar drum. Kami mendorong Anda untuk memeriksa pelajaran drum yang gratis di roll beberapa bouncing berikutnya. Jika Anda ingin belajar bagaimana untuk bermain ganda dasar-dasar pukulan drum berbasis, maka gulungan lima stroke adalah hal terbaik berikutnya untuk Anda.


Jika Anda tidak tertarik untuk belajar bagaimana memainkan roll bouncing ganda dan gulungan lima stroke, beralih untuk belajar bagaimana memainkan paradiddle tunggal bukan.

Tehknik menemukan nada pada biola

Bagaimana “menemukan nada” pada biola?
@ Pada keyboard – jarak nada dapat terlihat jelas karena terdapat tuts berwarna hitam dan putih, sedangkan pada biola :
  • Jarak “setengah” (½) adalah : jarak jarinya – dekat (dekat dengan) dan . . .
  • Jarak “satu” (1) adalah : jarak jarinya –  jauh (jauh dari).
@ Kode yang digunakan pada biola adalah :
  • Angka 0 = menandakan senar tidak ditekan
  • Angka 1 = jari telunjuk (jari satu)
  • Angka 2 = jari tengah (jari dua)
  • Angka 3 = jari manis (jari tiga)
  • Angka 4 = jari kelingking (jari empat)
@ Catatan :
  • Senar 1 = E
  • Senar 2 = A
  • Senar 3 = D
  • Senar 4 = G
@ Contoh dalam tangga nada A Mayor (lihat gambar jarak jari)
  • Jari telunjuk – jauh dari nut dan jari tengah
  • Jari tengah – jauh dari jari telunjuk dan – dekat dengan jari manis
  • Jari manis – dekat dengan jari tengah dan – jauh dari jari kelingking
Perhatikan, jari 4 (kelingking) – bunyinya (adalah nada E) sama dengan senar E dalam keadaan tidak ditekan (open strings).

Gambar - Jarak Jari
Gambar – Jarak Jari
@ Disini, saya menggunakan tipeks (lihat titik berwarna putih pada gambar diatas) untuk membuat sebuah tanda dasar supaya mempermudah anda menentukan letak jari pada fingerboard (ini berkaitan dengan ketepatan nada). Jika anda ingin membuat tanda, saya menyarankan untuk menggunakan tipe-x, karena mudah dihapus. Jangan membuat tanda dengan menggunakan kertas label (stiker polos), karena lama kelamaan, bahan perekat yang ada pada stiker akan menempel pada fingerboard dan membuat jari tidak nyaman karena lengket.
NB : Jarak jari – “jauh dan dekat” ini – dari setiap orang berbeda. Tergantung pada besar kecilnya jari orang tersebut, atau ukuran biola yang digunakannya. Disinilah telinga kita dituntut “harus peka” dalam membedakan tinggi rendahnya sebuah nada.
____________________________________________________
Tangga Nada
Sebagai dasar, saya gunakan contoh pada nada dasar A mayor dan A minor, sebab pada biola, ini merupakan dua buah tangga nada yang mudah untuk dipelajari.
Tangga Nada A Mayor (lihat gambar dibawah)
@ Susunan tangga nada A Mayor adalah : A – B – C# – D – E – F# – G# – A (ingat jarak nada).
  • Nada A / do = tidak di-tekan (open strings)–>(senar A)
  • Nada B / re = ditekan oleh jari (telunjuk)
  • Nada C# (Cis) / mi = ditekan oleh jari 2 (tengah)
  • Nada D / fa = ditekan oleh jari 3 (manis)
  • Nada E / so = tidak di-tekan (open strings)–>(senar E)
  • Nada F# (Fis) / la = ditekan oleh jari 1 (telunjuk)
  • Nada G# (Gis) / si = ditekan oleh jari 2 (tengah)
  • Nada A / do’ = ditekan oleh jari 3 (manis)

gambar - Tangga Nada A Mayor
Gambar – Tangga Nada A Mayor
===================================
Tangga Nada A Minor (lihat gambar dibawah)
@ Susunan tangga nada A Mayor adalah : A – B – C# – D – E – F# – G# – A (ingat jarak nada).
  • Nada A / la = tidak di-tekan (open strings)–>(senar A)
  • Nada B / si = ditekan oleh jari (telunjuk)
  • Nada C / do = ditekan oleh jari 2 (tengah)
  • Nada D / re = ditekan oleh jari 3 (manis)
  • Nada E / mi = tidak di-tekan (open strings)–>(senar E)
  • Nada F / fa = ditekan oleh jari 1 (telunjuk)
  • Nada G / so = ditekan oleh jari 2 (tengah)
  • Nada A / la’ = ditekan oleh jari 3 (manis)

Gambar - Tangga Nada A Minor
Gambar – Tangga Nada A Minor
____________________________________________________
@ Selanjutnya, dalam menentukan (menemukan) jari apa yang digunakan untuk menekan senar (nada), pada tangga nada lainnya, anda dapat mempelajarinya (secara online) dengan menggunakan Interactive Violin Fingerboard dari violinonline.com (klik disini untuk membuka), contohnya pada gambar dibawah.
Atau bisa di download disini, atau Klik Disini, agar dapat dipelajari tanpa harus terkoneksi pada internet.
@ Cara penggunaan : Arahkan dan tempatkanlah kursor (mouse) pada nama nada yang terdapat pada fingerboard, maka kotak disamping kanan bawah akan muncul gambar letak / posisi jari pada biola (kotak masih berwarna gelap jika kursor belum diletakkan pada nama nada).
@ Petunjuk nama nada dan daftar tangga nada terdapat pada halaman Belajar Biola 08 – Teori Musik Penuntun
Ingat kode angka yang digunakan
  • Angka 0 = menandakan senar tidak ditekan (open strings)
  • Angka 1 = jari telunjuk (jari satu)
  • Angka 2 = jari tengah (jari dua)
  • Angka 3 = jari manis (jari tiga)
  • Angka 4 = jari kelingking (jari empat)

Interactive Violin Fingerboard
Interactive Violin Fingerboard
Semoga bermanfaat buat kamu yg lagi belajar biola
resourcess : http://ruland.wordpress.com/belajar-biola/belajar-biola-07-teori-dan-teknik-menemukan-nada/

Belajar Tehknik Vocal

Unsur-unsur Teknik Vokal
Dalam Seni Musik terdapat 2 (dua) unsur yaitu : Vocal dan Instrument.
Vocal adalah alunan nada-nada yang keluar dari suara manusia.
Instrument adalah nada-nada yang keluar dari alat musik yang digunakan.

TEKNIK VOCAL adalah : Cara memproduksi suara yang baik dan benar, sehingga suara yang keluar terdengar jelas, indah, merdu, dan nyaring.

UNSUR-UNSUR TEKNIK VOCAL :

1. Artikulasi, adalah cara pengucapan kata demi kata yang baik dan jelas.
2. Pernafasan, adalah usaha untuk menghirup udara sebanyak-banyaknya, kemudian disimpan, dan dikeluarkan sedikit demi sedikit sesuai dengan keperluan.
Pernafasan di bagi tiga jenis, yaitu :
- Pernafasan Dada : cocok untuk nada-nada rendah, penyanyi mudah lelah.
- Pernafasan Perut : udara cepat habis, kurang cocok digunakan dalam menyanyi, karena akan cepat lelah.
- Pernafasan Diafragma : adalah pernafasan yang paling cocok digunakan untuk menyanyi, karena udara yang digunakan akan mudah diatur pemakaiannya, mempunyai power dan stabilitas vocal yang baik.
3. Phrasering, adalah aturan pemenggalan kalimat yang baik dan benar sehingga mudah dimengerti dan sesuai dengan kaidah-kaidah yang berlaku.
4. Sikap Badan, adalah posisi badan ketika seseorang sedang nyanyi, bisa sambil duduk, atau berdiri, yang penting saluran pernafasan jangan sampai terganggu.
5. Resonansi, adalah usaha untuk memperindah suara dengan mefungsikan rongga-rongga udara yang turut bervibrasi/ bergetar disekitar mulut dan tenggorokan.
6. Vibrato, adalah usaha untuk memperindah sebuah lagu dengan cara memberi gelombang/ suara yang bergetar teratur, biasanya di terapkan di setiap akhir sebuah kalimat lagu.
7. Improvisasi, adalah usaha memperindah lagu dengan merubah/menambah sebagian melodi lagu dengan profesional, tanpa merubah melodi pokoknya.
8. Intonasi, adalah tinggi rendahnya suatu nada yang harus dijangkau dengan tepat.
Syarat-syarat terbentuknya Intonasi yang baik :
a. Pendengaran yang baik
b. Kontrol pernafasan
c. Rasa musical.

Nada, adalah bunyi yang memiliki getaran teratur tiap detiknya.
Sifat nada ada 4 yaitu :
a. FITCH yaitu ketepatan jangkauan nada.
b. DURASI yaitu lamanya sebuah nada harus dibunyikan
c. INTENSITAS NADA yaitu keras,lembutnya nada yang harus dibunyikan.
d. TIMBRE yaitu warna suara yang berbeda tiap-tiap orang.

AMBITUS SUARA adalah luas wilayah nada yang mampu dijangkau oleh seseorang.
Seorang penyanyi professional harus mampu menjangkau nada-nada dari yang paling rendah sampai yang paling tinggi sesuai dengan kemampuannya.

CRESCENDO adalah suara pelan berangsur-angsur keras.

DESCRESCENDO adalah suara keras berangsur-angsur pelan.

STACATO adalah suara dalam bernyanyi yang terpatah-patah.

SUARA MANUSIA DIBAGI 3 (TIGA) :

Suara Wanita Dewasa ;
a. Sopran (suara tinggi wanita)
b. Messo Sopran (suara sedang wanita)
c. Alto (suara rendah wanita)

Suara Pria Dewasa :
a. Tenor (suara tinggi pria)
b. Bariton (suara sedang pria)
c. Bas (suara rendah pria)

Suara Anak-anak :
a. Tinggi
b. Rendah.

TANGGA NADA DIATONIS adalah rangkaian 7 (tujuh) buah nada dalam satu oktaf yang mempunyai susunan tinggi nada yang teratur.

Tangga Nada Diatonis Mayor adalah Tangga Nada yang mempunyai jarak antar nadanya 1 (satu) dan ½ (setengah).

Ciri-ciri tangga nada Diatonis Mayor :
- Bersifat riang gembira
- Bersemangat
- Biasanya diawali dan diakhiri dengan nada Do = C
- Mempunyai pola interval : 1 , 1 ,. ½, 1 , 1 , 1, ½
Contoh Lagu yang bertangga nada Mayor :
Maju Tak Gentar, Indonesia Raya, Hari merdeka, Halo-halo Bandung, Indonesia Jaya, Garuda Pancasila, Mars Pelajar.

Ciri-ciri Tangga nada Diatonis Minor :
- Kurang bersemangat.
- Bersifat sedih
- Biasanya diawali dan diakhiri dengan nada La = A
- Mempunyai pola interval : 1 , ½ , 1 , 1 , ½ , 1 , 1 .
Catatan : Teori ini kurang sesuai dengan musik Dangdut yang banyak berkembang di Indonesia.
Contoh Lagu yang bertangga nada Minor : Syukur, Tuhan, Gugur Bunga.

TANGGA NADA KROMATIS adalah tangga nada yang mempunyai jarak antar nadanya hanya ½ . Contoh : C – Cis – D – Dis- E – F – Fis – G – Gis – A – Ais – B

TANGGA NADA ENHARMNONIS adalah rangkaian tangga nada yang mempunyai nama dan letak yang berbeda, tetapi mempunyai tinggi nada yang sama.
Contoh : Nada Ais-Bes, Cis-Des, Gis-As, Dis-Es, Fis-Ges.

APRESIASI yaitu Totalitas kegiatan yang meliputi penglihatan, pengamatan, penilaian, dan penghargaan terhadap suatu karya seni.

BIRAMA adalah ketukan tetap yang berulang-ulang pada sebuah lagu.
Contoh birama : 2/4 , 3/4 , 4/4 , 6/8

PADUAN SUARA adalah Penyajian musik vocal yang terdiri dri 15 orang atau lebih yang memadukan berbagai warna suara menjadi satu kesatuan yang utuh dan dapat menampakan jiwa lagu yang dibawakan.

JENIS-JENIS PADUAN SUARA :

1. Paduan Suara UNISONO yaitu Paduan suara dengan menggunakan satu suara.
2. Paduan Suara 2 suara sejenis, yaitu paduan suara yang menggunakan 2 suara manusia yang sejenis, contoh : Suara sejenis Wanita, Suara sejenis Pria, Suara sejenis anak-anak.
3. Paduan Suara 3 sejenis S - S – A, yaitu paduan suara sejenis dengan menggunakan suara Sopran 1, Sopran 2, dan Alto.
4. Paduan Suara 3 suara Campuran S – A – B, yaitu paduan suara yang menggiunakan 3 suara campuran , contoh : Sopran, Alto Bass.
5. Paduan suara 3 sejenis T- T – B, yaitu paduan suara 3 suara sejenis pria dengan suara Tenor 1, Tenor 2, Bass.
6. Paduan Suara 4 suara Campuran, yaitu paduan suara yang mengguanakan suara campuran pria dan wanita, dengan suara S – A – T – B. Sopran, Alto, Tenor, Bass.

DIRIGEN / CONDUCTOR adalah orang yang memimpin Paduan Suara.

Syarat-syarat seorang Dirigen/ Conductor yang baik :
a. memiliki sifat kepemimpinan
b. memiliki ketahanan jasmani yang tangguh
c. sebaiknya sehat jasmani dan rohani
d. simpatik
f. menguasai cara latihan yang efektif
g. memiliki daya imajinasi yang baik
h. memiliki pengetahuan, keterampilan, dan kemampuan bermain musik.

TANDA DINAMIK adalah tanda utuk menyatakan keras, lembutnya sebuah lagu yang dinyanyikan. Contoh-contoh Tanda Dinamik :

1. f : forte = keras
2. ff : fortissimo = sangat keras
3. fff : fortissimo assai = sekeras mungkin
4. mf : mezzo forte = setemgah keras
5. fp : forte piano = mulai dengan keras dan diikuti lembut
6. p : piano = lembut
7. pp : pianissimo = sangat lembut
8. ppp : pianissimo possibile = selembut mungkin
9. mp : mezzo piano = setengah lembut

PERUBAHAN TANDA DINAMIKA :

- Diminuendo (dim) : melembut
- Perdendosi : melembut sampai hilang
- Smorzzande : sedikit demi sedikit hilang
- Calando : mengurangi keras
- Poco a poco : sedikit demi sedikit / lambat laun
- Cresscendo : berangsur-angsur keras
- Decrsescendo : berangsur-angsur lembut

TANDA TEMPO adalah tanda yang diguakan untuk menunjukan cepat atau lambatnya sebuah lagu yang harus dinyanyikan.
A.TANDA TEMPO CEPAT
1. Allegro : cepat
2. Allegratto : agak cepat
3. Allegrissimo : lebih cepat
4. Presto : cepat sekali
5. Presstissimo : secepat-cepatnya
6. Vivase : cepat dan girang

B. TANDA TEMPO SEDANG
1. Moderato : sedang
2. Allegro moderato : cepatnya sedang
3. Andante : perlahan-lahan
4. Andantino : kurang cepat

C. TANDA TEMPO LAMBAT
1. Largo : lambat
2. Largissimo : lebih lambat
3. Largeto : agak lambat
4. Adagio : sangat lambat penuh perasaan
5. Grave : sangat lambat sedih
6. Lento : sangat lambat berhubung-hubungan.

PERMATA / CORONA adalah tanda untuk menambah hitungan menurut selera.

Moga berguna.

Resources :  http://cr77-teknikvokal.blogspot.com/2009/01/teknik-vokal.html

Selasa, 13 Maret 2012

5 Cara buat Band Kamu Terkenal

          Mungkin kamu pada saat ini sedang mengalami kejenuhan, kebosanan kebetean & kemuakan terhadap Band kamu yang sampai sekarang ini tak kunjung terkenal & sukses, padahal biaya latihan Band sudah keluar berjuta - juta, ngeband pun sudah terlampau cukup lama & segala pe ngorbanan untuk hoby yang satu ini sudah nggak terkira dari mulai cabut sekolah, ngebohongin orang tua, sampai di putusin cewe gara - gara lebih mentingin ngeband. Dan lu kemudian berfikir apa sih ? Yang belum gue lakuin untuk membuat Band gue maju sambil mengeluarkan kata - kata ANJING lah, BABI lah, Nge***tot lah, TAI lah, BANGSAT lah dan kata - kata yang sangat terpuji lainnya. STOP !!! Semua dengan caci maki itu, sekarang mari ikuti solusi di bawah ini yang mudah - mudahan membuat Band anda, yaaa paling ngga sedikit ngetop & Suckses lah ya..!

1. CARI PERSONIL YANG SEHATI
Lihat personil kamu apakah sudah sesuai dengan harapan kamu, kalau belum ! jangan ragu 2x untuk mengeluarkannya karena jangan 2X penyebab dari ketidakmajuan Band kamu adalah dari salah satu personil Band kamu, kemudian gantilah dia dengan personil yang memang benar - benar sesuai dengan harapan kamu.
2. BUANG RASA SIFAT EGOIS KAMU
Mungkin kamu adalah seorang leader / orang
yang paling berkuasa dalam band kamu, tapi bukan berarti mentang 2X kamu seorang pemimpin kamu menjadi orang yang sangat arogan & egois karena siapa tahu di balik wajah 2X personil kamu yang terkadang me nyebalkan itu, terdapat pemikiran & ide 2X yang sangat brilian yang tidak kamu pikirkan sebelumnya, jadi biar lah personil kamu mem beri saran, masukan, kritikan ( selagi dia me lakukannya dengan enak, nggak asal ngoceh & tentunya dengan alasan yang bagus ) siapa tahu dengan ide - ide gokil personil kamu Band kamu bisa menjadi maju.
3. SEBARKAN DEMO KAMU SECARA GRATIS
Dari pada Demo busuk lu, yang kalian anggap bagus itu di simpan di kulkas & belum ke sampain untuk di jadikan Album, lebih baik beri Kan saja secara cuma 2X kepada teman kamu terutama teman yang benar 2X peduli dengan Band kamu, & kalau bisa berikan Demo ter sebut kepada label yang biasa mengorbitkan Band menjadi terkenal.

4. BUAT GIGS KECIL - KECIL AN

Bikin acara yang nggak terlalu besar, yaa..! Tempatnya bisa dimana aja, kalo perlu nggak usah pake panggung yang penting dalam Gigs tersebut promosikan Band kamu secara gila - gilan & undang semua orang untuk datang, untuk melihat Aksi Band kamu yang super keren itu.
5. CARI KONEKSI YANG PASTI
Dari semua sumpah serapah yang di jelaskan, point terakhir ini merupakan hal yang palingpenting, dekati orang 2X yang benar - benar bisa membuat Band kalian maju tapi janganterperangkap dengan koneksi 2X yang nggak jelas, yang kadang hanya membuat Kas Band kamu menjadi bangkrut maka pintar 2X lah mencari koneksi, pokoknya lu harus jago selap - selip lah. Tapi bukan berarti mencari koneksi nya dengan cara menjilat pantat mereka ( koneksi tersebut ) karena itu sama saja men jatuhkan Harga diri lu & menjatuhkan nama baik Band lu, selanjutnya terseeeerahh lu lah yaowwwwwwwwwwwww..!!!
itu menurut pendapat gue gan, pada dasarnya kalian juga bisa bikin bagaimana agar band kalian sukses, jad selamat nge jeam yaa..;)

Tehknik Belajar Gitar Melodi ( dasar untuk pemula)

     artikel ini saya bikin khususnya bagi temen2 yang baru belajar gitar ,tapi yang udah menguasai kunci2 dasarnya dari (A) sampai (G) juga minor hingga mayornya,jadi bagi temen2 yang blom bisa kunci dasarnya harap belajar dulu lewat buku atau dari temen lho.
O.k langsung saja ke TKPnya.
Dalam belajar melodi,yang perlu dipersiapkan adalah:
1.Gitar (kalau ada yang mempunyai 23 blok)
2.tape recorderSetelah alat dan bahan tersedia barulah kita mulai opsi lanjutan.
Dalam belajar melodi.ada beberapa teknik yang harus kita kuasai.
1.felling,(peka pada nad)
Inilah poin pertama yang harus kita kuasai,asahlah pendengaran kita pada nada2,caranya:cocokkan setiap nada pada blok2 gitar.misalnya:blok keempat dari senar no.5 atau nada C (do),cari nada yang sama dengan nada (do)dari senar 1 hingga senar 6.ulang berkali-kali hingga kita mampu membedakan masing2 nada pada blok tiap2 senar.
2.kelincahan jari
latihlah kelincahan jari kita dengan senam jari tiap pagi atau sebelum latihan,bisa juga dengan bermain melodi asal asalan yang tujuannya untuk adaptasi.
3.menentukan not pada kunci nada.
Artinya kita tentukan petikan not tertentu pada kunci,biasanya petikan tsb ada tiga not.misal:kita gunakan kunci (C) titik notnya adalah =C,G,A titik ini adalah titik yang kita tekan pada jari,juga seterusnya coba praktekkan dengan kunci lain.setelah kita tahu titik notnya barulah kita gunakan felling kita untuk menentukan petikan pertama saat kita menggunakan kunci2 tsb.tapi ingat petikan pertama tidak selalu dengan not yang sama pada kunci, misal: pada kunci C tidak selalu petikan notnya juga nada c .
4.praktekkan cari melodi
Setelah kita tahu titik notnya, baru kita cari melodi dari lagu2 yang kita dengar di tape recorder,carilah lagu2 yang melodinya lamban atau lagu slow,tapi sebelumnya kita harus tahu kunci lagu tsb.setelah itu gunakan felling kita dengan menirukan melodi lagu tsb.
5.mengiringi lagu di tape recorder
Sebelum kita mengiringi musik,setel dulu kunci kita dengan lagu di tape.caranya:jika di musik kuncinya (C) ,cocokkan dengan titik notnya di (C),kalau belum cocok seteli lagi hingga cocok.setelah pas barulah kita iringi musik tsb.
6.bermain bareng temen
Nah disinilah praktek sesungguhnya,ajaklah beberapa teman untuk main bersama.tapi setelan gitarnya harus sama,cobalah lagu yang sudah kita hafal kunci dan melodinya untuk kita praktekkan,usahakan teman anda juga menguasai kunci lagu tsb.jadi ndk tulalit.mainkan berulang2 dan perbaiki kesalahan2 yang kita buat.
7.main di studio
Setelah berbagai praktek2 yang kita lakukan sendiri atau sama teman dan sudah menguasai bebera aransemen lagu barulah kita praktekkan di studio,tidak usah harus bagus yang penting mencoba.
Tapi yang terpenting dalam belajar gitar itu adalah niat,bukan bakat,karena bakat akan menyusul kemudian.
Tips2 dan teknik diatas merupakan pengalaman pribadi saya,yang sudah saya praktekkan sebelumnya,karena saya belajar gitar secara otodidak dengan sharing beberapa teman.jadi jangan malas untuk belajar siapa tahu kelak anda menjadi gitaris terkenal macam,slash,santana,atau kayak saya....he...he.
Ok selamat mencoba teknik-teknik dari saya ,semog berguna bagi anda.

Dasar mainin Bass

Seperti gitar, bass adalah alat musik yang menggunakan dawai ato senar sebagai sumber suaranya. Hanya saja bass memakai 4 (senar paling atas kalo ada di gitar), yaitu senar E yang paling rendah, senar A, senar D dan senar G yang paling tinggi. Susunan senar pada bass (4senar) juga dimulai dari senar 6=E, 5=A, 4=D, dan 3=G. Demikian pula dalam penulisannya dalam tablature, bass hanya menggunakan 4 garis yang mewakili senar-senar tersebut.

Meskipun bass akustik ada, tapi mayoritas bass lebih sering ditemui dioperasikan secara elektronis atau listrik dan memerlukan ampli untuk memperkuat suaranya.


Fungsi bass

Pada sebuah lagu, bass berperan sebagai penentu dan pemandu chord yang sedang dimainkan dalam setiap pergerakan lagu. Disini, bass berperan bersama guitar dan piano. Bass juga berperan sebagai pengiring musik saat dimainkan, dimana peran ini berbagi dengan pemain drum. Kalo uda diketahui bahwa bass seakan menghubungkan antara pemandu (gitar dan piano) dengan pengiring (drum) sehingga dapat menjadi kesatuan yang harmonis dan terorganisir dengan baik.


Root note

Setiap musik ato lagu menggunakan chord sebagai pengiring. Chord sendiri sebenarnya adalah kumpulan dari paling sedikit 3 nada yang dibunyikan secara bersama ato berdekatan. Bunyi utama yang paling mudah dikenali dari ketiga nada tersebut disebut root note, dan nada kedua berikutnya adalah pelengkap chord yang dapat menghasilkan suasana ato nuansa tersendiri. Misalnya chord C minor (Cm), berarti root note-nya adalah C dan nada kedua berikutnya adalah yang menentukan chord C tersebut menjadi sebuah chord jenis minor.

Nada-nada yang dimainkan pada bass umumnya adalah nada yang berasal dari root note yang merupakan nada utama dari sebuah chord diatas. Jadi gampang aja, kalo mo main bass mesti tau donk chord yang dipake pada sebuah lagu itu apa, tuez tinggal petik aja satu nada C,D,B,A apa aja deh asalkan root note!!! Mainkan nada pas waktu ketukan perpindahan chord. Ditambah nada-nada dengan panduan tertentu untuk improvasi yang bisa dilatih, bass akan mempercantik nuansa yang dihadirkan dalam sebuah lagu. Itu adalah pengertian secara mendasarnya. Simple kan,,,,


Kekuatan bass

Teknik untuk menentukan kapan bass dimainkan menjelaskan bahwa ketukan bass seringkali identik dengan kekuatan pada bass drum lagu. Ketukan seperti ini tampak jelas pada lagu-lagu blues. Bass drum yang sering dimainkan secara seragam juga menunjukan bahwa permainan bass sebenarnya juga dimainkan secara seragam. Hal ini memperjelas bass sebagai iringan lagu sangat penting keberadaannya. Teknik lainnya menjelaskan bahwa menentukan ketukan bass bisa dilakukan dengan memahami tekanan pada tiap-tiap bagian lagu, seperti masuknya bunyi gong pada musik etnik. Pada musik reggae dan ska, basss dimainkan dengan ketukan dan digabung dengan pemilihan nada-nada yang dinamis, sehingga menimbulkan kesan yang unik dan ceria di dalam iringannya yang cenderung monoton.


Teknik permainan bass

Bass dimainkan dengan cara yang hampir sama dengan gitar, yaitu dipetik. Teknik memainkan bass yang lain seperti slapping (memukul), membetot atau menstrumming bass juga dilakukan oleh pemain yang sudah tergolong mahir seperti Flea RHCP, hamper semua teknik dimainkannya pada semua lagu-lagunya.

Beda dengan pola permainan yang dimainkan Sting The Police yang mengacu pada musik reggae pada awal-awalnya. Permainan bass Sting cenderung menggunakan root note yang dimainkan pada tiap 1 ketukan secara merata dan berpindah-pindah apa adanya mengikuti perpindahan chord-nya. Permainan seperti ini ada pada lagu “EVERY BREATH YOU TAKE”. Toh, dengan mengandalkan root note lagunya jadi enak banged didengerin,,, that’s my favorite song.

Pada lagu-lagu jazz, bass sering dianggap sebagai motor penggerak lagu dan penentu warna lagu yang ingin ditampilkan. Mengingat juga bahwa jazz selalu menggunakan chord-chord yang rumit dan mengandalkan improvasi perorangan, permainan bass dituntut lebih handal dalam banyak hal.


Kurang lebih seperti itu mengenai bass, sory2 maap kalo ada yang salah. Ohhey!!!!

Dan untuk lebih jelasnya perhatikan partitur, terutama untuk Melodic Minor dimana tangga nada naik berbeda dengan yang turun.

Kadang-kadang memainkan tujuh nada pada suatu chord, tidak memungkinkan atau memang tidak diperlukan. Terutama jika kita memainkan lagu yang mempunyai tempo cepat dengan perpindahan chord yang rapat. Oleh karena itu, sering dipakai Pentatonic Scale yang hanya punya lima nada (penta = lima, tonic = nada).

Pada pentatonic scale ini, tidak dipakai nada kedua dan ke enam. Jadi formulanya adalah 1,3,4,5,7. Contohnya pada A Mixolydian Pentatonic Scale, tangga nadanya adalah A,C#,D,E,G. Pada kasus ini modes Dorian dan Aeolian menjadi tidak berbeda alias sama saja. Misalnya A Dorian Pentatonic dan A Aeolian Pentatonic tangga nada nya sama-sama A,C,D,E,G. Scale yang 'tidak' dimainkan sebagai pentatonic adalah Blue Note (Blues Scale).

Pada intro lagu “Sweet Child O' Mine”, bassis GN'R Duff McKagan memainkan riff pada Db dengan not yang berbeda-beda panjangnya. Di saat itu gitaris Slash memainkan riff melodi pada Db Major dengan not 1/8. (baik gitar maupun bassnya disetem setengah nada lebih rendah daripada seteman standar, tetapi pada partitur ditulis pada nada standar).


Resources :
http://dungeonvega.blogspot.com/2011_04_01_archive.html